Senin, 09 Maret 2009

Nich Tipsnya Ngerjain UN

Ujian Nasional 2008 : Tips dan Trik lulus UN & SPMB

• Ketika Anda melakukan ujian, Anda sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu.

• Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu.

• Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Sepuluh tips untuk membantu Anda dalam mengerjakan ujian:

• Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.

Bawalah semua alat tulis yang Anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

• Tenang dan percaya diri.

Ingatkan dirimu bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

• Bersantailah tapi waspada.

Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

• Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)

Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

• Jawab soal-soal ujian secara strategis.

Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah: soal paling sulit, yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya, memiliki nilai terkecil.

• Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.

Mula-mulai, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.

• Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.

Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak Anda diskusikan dulu.

• Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.

Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

• Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.

Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

• Analisa hasil ujianmu.

Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Mungkinkah Ada yang slah dengan UN??????

Dikutip dari www.acehforum.or.id



Ada Yang Salah Dengan UN?

Sambil minum segelas kopi pagi, awal pekan lalu saya disapa dengan berita Ujian Nasional (UN). Spontan bibir saja menarik sesunging senyum, meski ada kadar sinis di dalamnya. Kawan di samping saya berseloroh, “Itu sangat politis, apalagi menjelang pilkada,” katanya ketika melihat seorang bupati memantau jalankan UN.

Ingin saya berdebat, tapi saya urungkan, apa lagi saya berada di warung kopi. Dan pagi itu banyak pekerjaan yang mesti saya selesaikan. Dengan nada sinis pula, kawan saya yang satu lagi berujar. “Tunggu saja berita minggu depan. Ramai-ramai orang akan menghujat, karena banyak siswa yang tidak lulus.”

Sampai saya masuk kerja. Saya coba renungi perkiraan kawan tadi. Mungkin ada yang salah dengan sistim pendidikan kita. Metode pendidikan konvensional memang bukan zamannya lagi. Karena tidak akan mampu mengembangkan potensi siswa.

Sampai saya masuk kerja. Saya coba renungi perkiraan kawan tadi. Mungkin ada yang salah dengan sistim pendidikan kita. Metode pendidikan konvensional memang bukan zamannya lagi. Karena tidak akan mampu mengembangkan potensi siswa.

Saya langsung terbayang bagaimana bosannya di dalam kelas berjam-jam ketika masih duduk di bangku SMU. Apalagi ketika pelajaran eksata. Saya mengangap sekolah itu membosankan. Dan seketika itu pula motivasi belajar saya hilang sama-sekali. Akhirnya, saya ambil langkah loncat pagar alias cabut.

Ironisnya lagi. Tak ada sanksi atau arahan dari sekolah yang bisa membuat saya jera. Paling diakhir semester, seorang guru di Binpen akan menghitung berapa banyak C sebagai kode cabut dalam absen atas nama saya. Sebanyak itu pula saya harus membawa botol limun sebagai hukuman.

Kawan-kawan saya bingung, meski kerap loncat pagar, setiap semester saya selalu masuk dalam peringkat lima besar. Wali kelas saya pun geleng-geleng kepala. Ia pun bertanya, “Apa yang mesti kami lakukan agar tabiat jelekmu itu tidak terulang?”

Saya tidak tahu harus menjawab apa. Pertanyaan itu pun terus terngiang sampai saya kuliah. Mengapa saya dan kawan-kawan tidak betah di kelas?. Akhirnya ketika saya bolak-balik buku. Saya “bertemu” dengan Rabindranath Tagore. Ia bilang sekolah itu adalah siksaan yang tak tertahankan.

Saya pun langsung teringat ketika kelas dua SLTP. Bersama lima kawan, saya sangat merasa tersiksa ketika enam batang rokok yang menyala tersumpal di mulut kami. Kami harus menghisapnya tanpa boleh memegang. Itu adalah dera karena kami kedapatan menghisap rokok di WC sudut sekolah. Lagi-lagi itu kami lakukan karena suntuk di dalam kelas.

Ternyata kejenuhan dan rasa suntuk membuat saya dan kawan-kawan nekat melabarak sebuah aturan. Jam pelajaran yang melimpah merupakan salah satu alasan membuat kami jenuh.

UNESCO telah mensyaratkan 800 sampai 900 jam pelajaran pertahun untuk Sekolah Dasar. SLTP dan SMA sedikit lagi di atasnya. Sementara di Indonesia, menurut UNESCO berlaku 1.400 jam per tahun. Hal ini tentu membuat murid/siswa menjadi lumanyan jenuh. Apalagi ketika pendidikan hanya monoton di dalam kelas.

Karena rasa jenuh itu pula, mantan Menko Infokom, Sofyan Jalil—kini Menteri BUMN--menyetujui saja anaknya keluar dari sekolah ketika kelas satu SMA. Istrinya pun, Ratna Megawangi tak tega melihat anaknya stress akhibat sistim pendidikan konvensional. Ia lebih memilih mendidik anaknya melalui guru privat yang didatangkan ke rumahnya.

Melalui belajar lesehan di ruang tamu, sambil golek-golek di karpet. Anaknya yang dulu terbata-bata, kini bisa fasih berbahasa Inggris. Begitu juga dengan berbagai pelajaran lainnya, padahal sang guru yang dihadirkan pun tak jauh beda mutunya dengan guru di sekolah.

Ternyata rasa santai mampu membuat seorang anak menguasi pelajaran dengan cepat. Nah, baru saya tahu ternyata rasa tidak santai di kelaslah yang dulunya membuat saya dan teman-teman nekat loncat pagar.

Soal Sang Guru, lagi-lagi saya teringat pada Rabindranath Tagore. Untuk membangun sebuah pendidikan yang baik, orang India pertama yang meraih nobel kesusastraan pada tahun 1913, dari karya liriknya Gitanyali. Tidaklah mengikuti pendidikan yang formal-formal amat.

Untuk pendidikan, Sang Guru tersebut, mendirikan lembaga pendidikan alternatif Shantiniketan (tempat yang damai). Tak ada pendidikan yang mengekang disitu. Apalagi berdiri dengan satu kaki di depan kelas karena dinilai bengal. Yang ada hanyalah keceriaan dan dan rasa adem dalam keseriusan belajar. Di lembaga pendidikan yang didirikan oleh Tagore itu, penyair pujangga baru Indonesia, Sanusi Pane pernah mengecap pendidikan.

Dari lembaga pendidikan ini pula kemudian lahir seorang Amartya Sen, peraih nobel bidang ilmu ekonomi pada tahun 1998 lalu. Sent adalah orang kedua dari Shantiniketan setelah Tagore, serta orang India ke enam dan orang Asia pertama yang memenangkan hadiah nobel bidang Ekonomi.

Sebagai seorang Sang Guru, Tagore selalu berujar, I cannot choose the best, the best choosen me. Rasa percaya diri yang begitu kuat muncul dalam pernyataan tersebut, yang kemudian memacu semangatnya dalam berkarya, sampai akhirnya menjadi salah seorang sastrawan terbesar dalam sejarah. Tehadap kesuksesanya sebagai seorang sastrawan, dalam sebuah puisinya Tagore berkata, “Aku mencari apa yang bisa kudapat. Aku mendapat apa yang tak kucari.“

Model pendidikan yang ditawarkan Tagore, Sang Guru itu, kemudian diikuti di Indonesia, seperti Gontor contohnya. Di Aceh sendiri, pada tahun 1990-an. Ibrahim Hasan selaku Gubernur Daerah istimewa Aceh, mendirikan sekolah unggul Modal Bangsa. Generasi pertama sekolah itu memang lumanyan bagus. Karena hanya siswa-siswa terpilih dari setiap kabupaten yang bisa mendapatkan pendidikan yang kala itu tergolong eklusif.

Namun ketika otonomi daerah berlaku. Pengelolaan SMU Modal Bangsa dilimpahkan kepada Pemkab Aceh Besar. Maka sejak itulah Modal Bangsa meredup. Bila dulunya guru-guru pilihan yang mengajar di SMU unggul itu dibayar oleh tingkat satu. Sejak itu menjadi tanggungan Pemkab Aceh Besar. Dengan modal alakadar, akhirnya Modal Bangsa kini hanya mampu menghasilkan kualitas yang ala kadar pula.

Ternyata prediksi kawan saya benar. Ribuan siswa tidak lulus UN. Mereka masih diberi kesempatah untuk mengikuti ujian susulan (Ujian Paket C) pada 24 sampai 27 Juni 2008. Sampai Kamis, 19 Juni kemarin, Dinas Pendidikan Aceh melansir 26.833 siswa tidak lulus UN telah mendaftar untuk ikut ujian susulan. Kita tampaknya harus banyak belajar ke Shantiniketan.***

Bwat yg mow UN 20009!!!

Ujian Nasional Tahun Perlajaran 2008/2009 Insya Allah diselenggarakan pada hari Senin, 20 April 2009. Waktu yang sebenarnya tidak cukup lama. Sebagai persiapan bagi semua yang berkepentingan, disini ada Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun 2009 untuk SMA/MA, SMP/MTs, dan SD/MI yang tertuang didalam Peraturan Mendiknas; didalamnya ada SKL dan Kisi-kisi Ujian Nasional 2009 untuk semua pelajaran yang diujikan.

Kisi-kisi Ujian Nasional dan SKL

  1. Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2008; bisa didownload disini:Peraturan Mendiknas Nomor 77 - UN 2009

  2. Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTS/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009, tertuang dalam Peraturan Mendiknas Nomor 78 Tahun 2008; yang bisa didownload disini: SKL dan Kisi-kisi UN SMP/MTS

  3. Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Untuk Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009, tertuang dalam Peraturan Mendiknas Nomor 82 Tahun 2008; yang bisa didownload disini:Kisi-kisi dan SKL UN 2009 SD/MI

Prosedur Operasi Standar (POS)

  1. Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009 Insya Allah
    bisa diambil disini:Panduan Operasional Standar Ujian Nasional (UN) SMA 2008/2009

  2. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTS/SMPLB) Insya Allah
    bisa diambil disini:Pos UN 2009 SMP/MTs

  3. Sekolah Dasar /Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Insya Allah bisa diambil disini:POS UN 2009 SD/MI

Insya Allah, saya akan mencoba membuatkan soal-soal uji coba yang berdasarkan SKL atau kisi-kisi ujian nasional tersebut, namun soal-soal uji coba itu hanya untuk mata pelajaran fisika. Mata pelajaran lain, saya akan masukkan jika ada yang urunan.